Transformasi Pembelajaran Digital Berbasis AI: DIPD UNESA Selenggarakan Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar PJJ Berbasis OBE
dipd.unesa.ac.id, 4 Mei 2026 — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Direktorat Inovasi Pembelajaran Digital (DIPD) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang bertempat di Ruang Rapat Lt. 9 (901), Gedung Rektorat Kampus 2 UNESA. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas dosen dalam merancang pembelajaran digital yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada Outcome-Based Education (OBE). Pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan Generator Prompt Modul PJJ, sebuah alat bantu desain instruksional berbasis Generative AI yang dirancang untuk mendukung dosen dalam menyusun bahan ajar secara sistematis. Mulai dari penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pengembangan modul pembelajaran per pertemuan, hingga perancangan instrumen asesmen berbasis pembelajaran digital.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pergeseran paradigma pembelajaran menuju heutagogy, di mana mahasiswa didorong untuk menjadi pembelajar mandiri, serta peran dosen yang bertransformasi sebagai arsitek pembelajaran. Pemanfaatan teknologi AI dalam konteks ini tidak menggantikan peran dosen, melainkan berfungsi sebagai cognitive sparring partner yang mendukung proses berpikir dan pengembangan materi secara lebih efektif. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini mengintegrasikan prinsip Human-in-the-Loop (HITL), yang menegaskan bahwa setiap output dari AI harus melalui proses validasi, penyuntingan, dan penguatan nilai pedagogis oleh dosen. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya fabrikasi akademik serta memastikan kualitas substansi materi pembelajaran tetap terjaga.
Selain itu, peserta juga dibekali dengan berbagai strategi teknis dalam pengembangan bahan ajar PJJ, di antaranya penggunaan kerangka Role–Task–Format (RTF) dalam penyusunan prompt, teknik decluttering materi untuk mendorong deep learning, serta pengembangan asesmen autentik berbasis self-proctoring dan integrasi Computer-Supported Collaborative Learning (CSCL) dalam Learning Management System (LMS). Melalui kegiatan ini, diharapkan dosen mampu menghasilkan bahan ajar digital yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memicu pemikiran kritis, kolaboratif, dan transformatif pada mahasiswa. Hal ini sejalan dengan implementasi OBE yang menekankan keselarasan antara capaian pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan asesmen yang terukur. Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret UNESA dalam memperkuat transformasi pembelajaran digital di era teknologi, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan kecerdasan buatan.
📱 Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengembangan inovasi dan kebijakan pembelajaran di UNESA, kunjungi:
🌐 Website: https://dipd.unesa.ac.id
📸 Instagram: @dipdunesa
Admin