AI dalam Pendidikan: Dulu Fiksi, Kini Jadi Asisten Dosen!

dipd.unesa.ac.id Siapa sangka, teknologi yang dulu hanya bisa kita lihat di film fiksi ilmiah kini benar-benar hadir di ruang kuliah?
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian penting dari transformasi digital dalam dunia pendidikan.
Di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), penerapan AI tidak hanya menjadi wacana atau eksperimen teknologi, melainkan sudah terintegrasi secara nyata dalam ekosistem pembelajaran digital melalui platform SIDIA UNESA (Sinau Digital UNESA) dan asisten cerdas Ansia yang dikembangkan oleh Direktorat Inovasi Pembelajaran Digital (DIPD).


🌐 AI: Rekan Kolaboratif Baru bagi Dosen dan Mahasiswa

AI di UNESA hadir bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk memperkuat kolaborasi antara dosen dan mahasiswa.
Dalam praktik akademik sehari-hari, teknologi ini membantu berbagai aspek pembelajaran—mulai dari koreksi tugas otomatis, pembuatan soal dan materi ajar, analisis capaian pembelajaran (CPL), hingga chatbot akademik interaktif yang siap memberikan informasi, panduan, maupun umpan balik secara cepat dan akurat.

Dengan kemampuan analisis data dan pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing), sistem AI dapat memahami konteks kalimat, mendeteksi kesalahan konseptual, dan memberikan rekomendasi pembelajaran yang bersifat personal.
Dosen terbantu dalam menilai hasil belajar dengan lebih efisien dan objektif, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan dengan gaya belajar masing-masing.


Belajar yang Adaptif dan Berbasis Data

Salah satu kekuatan utama AI adalah kemampuannya untuk belajar dari data.
Melalui pendekatan machine learning, sistem AI di UNESA terus berkembang dari waktu ke waktu. Setiap interaksi dengan pengguna—baik saat dosen membuat soal, mahasiswa mengerjakan tugas, maupun ketika pengguna mengajukan pertanyaan kepada chatbot Ansia—menjadi data pembelajaran baru bagi sistem untuk meningkatkan kualitas kinerjanya.

Contohnya, jika dosen sering menggunakan fitur generate quiz untuk membuat soal analisis, sistem akan memahami pola dan karakteristik soal yang diinginkan. Pada penggunaan berikutnya, AI akan memberikan hasil yang lebih relevan, presisi, dan sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, AI tidak hanya “cerdas”, tapi juga tumbuh bersama penggunanya.


Ekosistem Pembelajaran Digital Berbasis AI di UNESA

Melalui SIDIA UNESA, seluruh proses pembelajaran kini terhubung dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi dengan teknologi AI.
Berikut beberapa fitur unggulan yang telah diimplementasikan:

  • Generate Komponen RPS dan Tugas Otomatis
    Dosen dapat membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) secara cepat berdasarkan struktur kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). AI memahami hubungan antara CPL, CPMK, dan metode evaluasi, sehingga rancangan pembelajaran menjadi lebih terarah dan efisien.

  • Koreksi Otomatis dengan Analisis Konteks
    AI tidak hanya menilai berdasarkan kata kunci, melainkan memahami makna kalimat secara menyeluruh. Fitur ini sangat membantu dalam menilai tugas berbasis esai atau laporan, di mana konteks dan argumentasi menjadi aspek utama.

  • Asisten AI “Ansia” (Asisten Sinau Digital UNESA)
    Sebagai virtual academic assistant, Ansia siap memberikan layanan 24 jam sehari, mulai dari menjawab pertanyaan seputar administrasi akademik, panduan LMS, hingga membantu mahasiswa menemukan sumber belajar yang relevan.

  • Analisis Evaluasi Capaian Pembelajaran (CPL)
    Sistem AI menganalisis ribuan data capaian pembelajaran mahasiswa per mata kuliah dan per program studi. Hasilnya divisualisasikan dalam bentuk grafik yang mudah dipahami, membantu fakultas dan prodi dalam melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

  • Kuis dan Evaluasi Adaptif
    AI dapat menyesuaikan tingkat kesulitan soal berdasarkan performa mahasiswa. Jika mahasiswa menjawab dengan baik, soal berikutnya akan meningkat levelnya—mendorong kemampuan berpikir kritis secara bertahap.


💬 Fun Fact:

Tahukah kamu bahwa menurut laporan World Economic Forum 2025, 85% pekerjaan masa depan akan sangat bergantung pada keterampilan digital dan pemanfaatan AI?
Melalui inisiatif SIDIA UNESA dan integrasi AI di lingkungan kampus, UNESA telah menyiapkan mahasiswanya untuk menghadapi dunia kerja berbasis teknologi yang menuntut kemampuan berpikir analitis, kreatif, dan adaptif terhadap sistem cerdas.
 

AI dan Komitmen UNESA terhadap SDGs

Transformasi digital berbasis AI yang dilakukan UNESA sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4: Quality Education, yakni menjamin pemerataan akses terhadap pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas.
Melalui SIDIA dan inovasi AI, UNESA tidak hanya meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga memastikan bahwa teknologi digunakan untuk memberdayakan manusia — bukan menggantikannya.

Setiap fitur yang dikembangkan selalu berorientasi pada prinsip keberlanjutan: membantu dosen, mempermudah mahasiswa, dan menciptakan sistem pendidikan tinggi yang tanggap terhadap perubahan zaman.

Dengan demikian, AI bukan lagi masa depan — AI adalah kenyataan hari ini di UNESA.
Teknologi cerdas ini telah menjadi bagian dari cara UNESA mendidik, berinovasi, dan mempersiapkan generasi pembelajar seumur hidup yang siap menghadapi era digital dengan kompetensi unggul, nilai humanis, dan semangat keberlanjutan.