Digital Twin of Learning: Membangun “Kembaran Perjalanan Belajar” Setiap Mahasiswa
dipd.unesa.ac.id, 26 Agustus 2026 — Setiap mahasiswa memiliki perjalanan belajar yang berbeda. Ada yang cepat memahami teori tetapi membutuhkan lebih banyak waktu untuk praktik. Ada yang aktif berdiskusi tetapi kurang percaya diri dalam ujian. Ada pula yang berkembang pesat ketika belajar melalui proyek dibandingkan membaca materi secara mandiri. Bagaimana jika perjalanan belajar tersebut dapat direpresentasikan dalam sebuah model digital yang terus berkembang?
Gagasan tersebut mengarah pada konsep Digital Twin of Learning, yaitu representasi digital mengenai perjalanan pembelajaran seorang mahasiswa. Konsep ini berbeda dari sekadar menyimpan nilai atau riwayat aktivitas di sistem akademik. Digital Twin of Learning berusaha menggambarkan hubungan antara berbagai pengalaman belajar, perkembangan kompetensi, aktivitas akademik, dan pola perkembangan mahasiswa dari waktu ke waktu.
Dengan pendekatan tersebut, perjalanan mahasiswa dapat dipandang sebagai proses yang dinamis. Nilai ujian bukan satu-satunya informasi. Sistem dapat mempertimbangkan berbagai bukti pembelajaran, seperti tugas, proyek, aktivitas diskusi, hasil asesmen, keterampilan yang diperoleh, dan perkembangan kompetensi.
Dari Transkrip Nilai Menuju Gambaran Perjalanan Belajar
Transkrip akademik memberikan informasi penting, tetapi memiliki keterbatasan. Transkrip dapat menunjukkan nilai mata kuliah, tetapi tidak selalu menjelaskan bagaimana seorang mahasiswa memperoleh nilai tersebut atau kompetensi apa yang berkembang sepanjang proses pembelajaran.
Digital Twin of Learning mencoba menghadirkan perspektif yang lebih luas. Misalnya, seorang mahasiswa memiliki nilai yang sedang pada suatu mata kuliah, tetapi menunjukkan perkembangan yang konsisten dari semester ke semester. Informasi tersebut dapat memberikan gambaran berbeda dibandingkan jika hanya melihat nilai akhir.
Dosen juga dapat menggunakan informasi tersebut untuk memberikan bimbingan yang lebih tepat. Jika sistem menunjukkan adanya pola tertentu dalam perjalanan belajar, dosen dapat mengajak mahasiswa berdiskusi mengenai strategi belajar yang sesuai.
Membantu Mahasiswa Mengenali Dirinya Sendiri
Salah satu manfaat menarik dari konsep ini adalah mahasiswa dapat melihat perjalanan belajarnya sendiri. Selama kuliah, mahasiswa sering kali hanya berfokus pada tugas dan nilai berikutnya. Mereka mungkin tidak menyadari bagaimana kemampuan mereka berkembang dalam jangka panjang.
Jika perjalanan tersebut divisualisasikan secara digital, mahasiswa dapat melihat pola perkembangan kompetensinya. Mereka dapat mengetahui bidang yang menjadi kekuatan, bidang yang membutuhkan pengembangan, serta pengalaman belajar yang paling banyak memberikan kontribusi.
Informasi ini dapat membantu mahasiswa menyusun rencana pengembangan diri. Misalnya, mahasiswa yang ingin berkarier sebagai pengembang media pembelajaran dapat melihat bahwa dirinya memiliki kemampuan desain yang baik tetapi masih membutuhkan penguatan dalam analisis data. Berdasarkan informasi tersebut, ia dapat memilih kursus atau pengalaman tambahan yang relevan.
Peran Dosen Tetap Sangat Penting
Meskipun menggunakan teknologi, Digital Twin of Learning tidak seharusnya menggantikan peran dosen. Model digital hanya memberikan informasi tambahan yang dapat membantu proses pengambilan keputusan. Interpretasi terhadap perjalanan mahasiswa tetap membutuhkan pemahaman manusia.
Dosen dapat menggunakan data tersebut sebagai bahan percakapan, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk memberikan penilaian. Seorang mahasiswa tidak dapat direduksi menjadi sekumpulan angka. Faktor keluarga, kondisi lingkungan, motivasi, pengalaman, dan berbagai situasi lain juga dapat memengaruhi proses belajar.
Karena itu, teknologi harus ditempatkan sebagai alat pendukung hubungan pedagogis, bukan pengganti hubungan antara dosen dan mahasiswa.
Persoalan Privasi dan Kepemilikan Data
Konsep Digital Twin of Learning juga menghadirkan pertanyaan penting. Siapa yang memiliki data perjalanan belajar mahasiswa? Apakah mahasiswa dapat melihat seluruh datanya? Apakah mahasiswa dapat meminta data tertentu dihapus? Siapa yang boleh menggunakan data tersebut untuk penelitian?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab sebelum teknologi diterapkan secara luas. Data pendidikan merupakan informasi yang berkaitan dengan individu sehingga pengelolaannya membutuhkan prinsip keamanan, transparansi, persetujuan, dan penggunaan yang bertanggung jawab.
Mahasiswa juga perlu memiliki literasi data agar memahami bagaimana informasi mengenai aktivitas belajar mereka digunakan. Dengan demikian, transformasi digital pendidikan tidak hanya menghasilkan sistem yang pintar, tetapi juga mahasiswa yang memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai pemilik data.
Menuju Pendidikan yang Lebih Personal
Jika dikembangkan secara hati-hati, Digital Twin of Learning dapat membantu perguruan tinggi bergerak menuju pendidikan yang lebih personal. Setiap mahasiswa dapat memperoleh gambaran perkembangan yang lebih komprehensif, sementara dosen memperoleh informasi tambahan untuk memberikan bimbingan.
Teknologi ini juga dapat membantu kampus mengevaluasi apakah suatu program pembelajaran benar-benar memberikan dampak. Dengan melihat perjalanan mahasiswa secara lebih utuh, universitas dapat mengidentifikasi bagian pembelajaran yang efektif dan bagian yang perlu diperbaiki.
Fun Fact: Konsep Digital Twin awalnya sangat populer dalam industri untuk merepresentasikan mesin, fasilitas, dan proses produksi. Kini gagasan serupa mulai dipikirkan untuk berbagai sistem kompleks, termasuk pendidikan, karena perjalanan belajar mahasiswa juga merupakan proses yang memiliki banyak komponen dan perubahan dari waktu ke waktu.
Pada akhirnya, Digital Twin of Learning bukan tentang membuat salinan digital seorang mahasiswa. Konsep ini lebih tepat dipahami sebagai peta digital perjalanan belajar yang membantu mahasiswa dan dosen memahami proses perkembangan kompetensi secara lebih menyeluruh. Jika digunakan dengan etis, teknologi ini dapat membawa pendidikan tinggi dari sekadar mencatat hasil belajar menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana mahasiswa berkembang selama proses pendidikan.
Admin