Digital Badging: Ketika Setiap Keterampilan Mahasiswa Memiliki Identitas Digital

dipd.unesa.ac.id, 28 Agustus 2026 — Seorang mahasiswa bisa saja memiliki kemampuan desain grafis, kepemimpinan, pengolahan data, produksi video, atau kemampuan presentasi yang sangat baik, tetapi tidak semuanya terlihat dalam transkrip akademik. Di sinilah konsep Digital Badging menjadi menarik. Digital badge merupakan representasi digital yang menunjukkan bahwa seseorang telah memenuhi kriteria tertentu atau menyelesaikan suatu pengalaman belajar.

Berbeda dengan sertifikat yang biasanya diberikan setelah menyelesaikan sebuah program, digital badge dapat dirancang untuk menunjukkan keterampilan yang lebih spesifik. Misalnya, mahasiswa dapat memperoleh badge untuk kemampuan membuat media pembelajaran, mengelola proyek, melakukan presentasi akademik, atau menyelesaikan pelatihan tertentu.

Digital badge dapat dilengkapi dengan informasi mengenai siapa penerbitnya, kompetensi yang diperoleh, kriteria pencapaian, serta bukti yang mendukungnya. Dengan demikian, badge tidak hanya menjadi gambar atau simbol yang ditempel pada profil digital, tetapi dapat berfungsi sebagai representasi kompetensi.

Bagi mahasiswa, sistem ini memberikan cara baru untuk membangun identitas profesional. Selama kuliah, mahasiswa mungkin memperoleh banyak pengalaman yang tersebar di berbagai kegiatan. Digital badging dapat membantu menyusun pengalaman tersebut menjadi rekam kompetensi yang lebih mudah dipahami.

Dosen juga dapat menggunakan digital badge sebagai bagian dari strategi pembelajaran. Sebuah mata kuliah dapat memiliki beberapa kompetensi yang harus dicapai mahasiswa. Setelah mahasiswa memenuhi kriteria tertentu, mereka memperoleh badge yang merepresentasikan kompetensi tersebut. Pendekatan ini membuat perkembangan kemampuan menjadi lebih terlihat.

Namun, kualitas badge harus menjadi perhatian. Jika setiap aktivitas diberikan badge tanpa kriteria yang jelas, nilai badge akan berkurang. Karena itu, perguruan tinggi perlu menentukan standar, kriteria, dan mekanisme penerbitan yang kredibel.

Fun Fact: Digital badge pertama kali banyak berkembang dalam komunitas pendidikan dan pengembangan keterampilan digital sebagai cara untuk menunjukkan pencapaian yang lebih spesifik daripada gelar formal.

Di masa depan, mahasiswa mungkin tidak hanya lulus dengan membawa ijazah, tetapi juga memiliki kumpulan bukti kompetensi digital yang menggambarkan berbagai kemampuan yang mereka bangun selama kuliah. Dengan demikian, pendidikan tinggi dapat bergerak dari sekadar “apa gelarmu?” menjadi “kompetensi apa yang benar-benar kamu miliki?”